Belakangan ini
ada satu hal menarik yang terjadi di dunia mahasiswa. Fenomena tersebut adalah
semakin berkembangnya iklim dan semangat untuk menjadi wirausaha muda. Salah
satu bukti nyata dapat kita lihat dari maraknya berbagai macam perlombaan
terkait dunia bisnis. Mulai dari lomba simulasi bisnis (simbis), lomba ide
bisnis kreatif, lomba marketing, hingga dana hibah untuk memulai suatu bisnis.
Lantas,
Bagaimanakah seharusnya kita memaknai fenomena-fenomena ini? Dunia mahasiswa
yang penuh dinamika merupakan sebuah lahan subur untuk memupuk tumbuhnya para
wirausahawan muda. Mahasiswa dengan segenap pengetahuannya ditambah dengan
ide-ide “liar” plus keberanian khas pemuda merupakan modal awal yang telah
dimiliki untuk menjadi pengusaha. Namun, pertanyaannya adalah kenapa hingga
saat ini masih sedikit sekali lahirnya para pengusaha hebat dari kalangan
mahasiswa, dibandingkan para sarjana yang mengantri mencari pekerjaan di
berbagai bursa tenaga kerja?.
Memang tidak
dipungkiri telah cukup banyak lahir wirausaha muda yang lahir dari para
mahasiswa. Sayangnya, jumlah ini masih sangat kecil jika kita prosentasekan.
Ajang kompetisi seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) adalah
salah satu contoh nyata tentang betapa besarnya potensi yang dimiliki
mahasiswa. Dalam ajang ini ratusan hingga ribuan mahasiswa didanai oleh Dikti
untuk merealisasikan ide-ide bisnis mereka.
Tidak jarang
hanya dengan bermodalkan tidak lebih dari 10 juta rupiah, bisnis mereka dapat
berkembang dengan pesat. Omset mereka mampu menembus angka ratusan juta rupiah
dalam setahun. Hal yang sangat luar biasa, terlebih biasanya mereka masih dalam
masa studi di bangku kuliah.
Melihat realita
ini sudah sepatutnya mahasiswa harus diberikan perhatian lebih terkait
pertumbuhan jumlah wirausaha muda di Indonesia. Disinilah peran penting
Pemerintah dalam menstimulus agar jiwa-jiwa entrepreneur para mahasiswa dapat
tumbuh sehingga mahasiswa tidak lagi menjadi kuli-kuli di negeri sendiri.
mahasiswa tidak lagi mencari pekerjaan pasca lulus tetapi justru para
mahasiswalah yang menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas.
Pemerintah tentu
tidak dapat bergerak sendiri. Pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan
pihak kampus dalam memberikan stimulus agar jiwa-jiwa entrepreneur dapat tumbuh
subur dalam diri mahasiswa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
memupuk jiwa entrepreneur dalam diri mahasiswa.
Pertama, Salah satu
cara paling efektif adalah menyediakan kurikulum khusus terkait entrepreneur.
Kurikulum ini dapat dijadikan kurikulum wajib universitas sehingga kurikulum
ini wajib diambil oleh para mahasiswa lintas fakultas tanpa memandang mahasiswa
dari jurusan apa pun.
Kedua, pihak kampus
dapat bekerja sama dengan Pemerintah, Bank, Perusahaan, atau donatur untuk
menyediakan dana hibah bagi mahasiswa untuk merealisasikan ide-ide bisnis
mereka. Di Universitas Indonesia (UI) sendiri program semacam ini sudah ada
setidaknya dalam kurun dua tahun terakhir. Hasilnya cukup menakjubkan. Banyak
bermunculan entrepreneur-entrepreur muda dengan ide-ide bisnis yang brilian.
Ada yang berbisnis dari yang sederhana seperti cuci steam motor hingga bisnis
kelinci hias lahir dari dana hibah ini.
Ketiga, Adakan program
pembimbingan yang berkesinambungan. Sebagai orang baru yang terjun di dunia
bisnis, mahasiswa tentu belum cukup banyak merasakan asam garam dunia bisnis.
Di sinilah letak pentingnya bimbingan dari berbagai pakar dan praktisi untuk
menjadi mentor bagi para mahasiswa sehingga bisnis yang ditekuni oleh para
mahasiswa dapat berjalan terus tanpa harus terputus di tengah jalan.
Itulah beberapa
hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan para wirausahawan muda, khususnya
dari kalangan mahasiswa. Mengingat angka pengangguran dan kemiskinan yang masih
begitu tinggi, kehadiran para pengusaha-pengusaha baru dapat menjadi oase
kehidupan dan solusi bagi berbagai permasalahan sosial bangsa ini.
Jika satu orang
pengusaha baru minimal mampu mempekerjakan dua orang pegawai, maka satu juta
pengusaha baru dapat menciptakan dua juta lapangan pekerjaan baru. Belum lagi
jika orang yang dipekerjakan tadi merupakan seorang kepala keluarga yang
menanggung keluarganya, dapat dibayangkan betapa besarnya jasa seorang
pengusaha bagi bangsa ini. So, menjadi pengusaha/entrepreneur muda, Siapa
takut!

0 komentar:
Post a Comment