Copyright © Karya.
Design by Dzignine
Sunday, April 22, 2012

Kesedihan


Kali ini saya akan membahas sesuatu tentang kesedihan

Pernahkah kalian merasa sedih yang begitu mendalam, sehingga tidak ada satupun yang dapat menghibur kalian kecuali sang Pencipta ?
mungkin ada yang pernah, dan ada yang tidak.

Saya pernah merasakan hal itu, dan ketika saya bersedih, teman saya mencoba menghibur, “Hatiku begitu kecil, hampir hampir tidak terlihat. Bagaimana mungkin engkau menempatkan di dalam hatimu duka cita yang sangat besar ?”
“Lihat, bahkan matamu lebih kecil, namun dapat memandang dunia” jawabku.


Intinya, ada saat nya kita bersedih seperti itu, dan ada saat nya kita tidak boleh bersedih seperti itu.
Contoh kecil ketika kita kehilangan sesuatu yang paling berharga menurut kita. Seperti benda, bukan manusia. Nah kehilangan seperti ini, ada yang bersedih, dan ada yang mengikhlas kan nya saja. Yangmana yang kalian pilih? Tentu bersedih bukan ? ada segelintir orang yang ikhlas, dan itu sangat bagus, tidak perlu menguras energy dan pikiran untuk memikirkan nya.

Lain hal ketika kita kehilangan seseorang. Seperti orang tua, saudara, atau yang lain nya. Kalo kita ga bersedih, wah apa kata dunia ?
Yah pesen saya  maksud saya dari semua nya adalah agar kita mengetahui maksud dan sebab dari kesedihan yang berlebihan tersebut, dan kita harus tau dan seharusnya memang mencari tahu apa yang bisa kita lakukan agar kita merasa lebih baik.

Walau lingkup penjelasan saya tidak secara umum, setidak nya saya harap bisa membantu teman teman semua.
Terima kasih J .
>
Tuesday, April 17, 2012

Mohon Komentarnya :)

Kalo ada pertanyaan ato sesuatu hal yang ingin di diskusikan, mohon komentar nya ya, Insya ALlah akan kita bahas :)
Wednesday, April 11, 2012

Filosofi Pakaian dengan Kehidupan


Alright we’re back in bussines.
Seperti biasa, saya lebih suka memberi pertanyaan sebelum membahas sesuatu.
Pernahkah kalian salah langkah dalam melakukan sesuatu, sehingga kalian menyesal setelah menyadari itu semua?
Kali ini saya yakin kalian semua pernah mengalami itu.
Dan menurut saya kalian, kita maksud saya, tidak seharusnya menyesal. Jika kita menyadari apa yang kita lakukan. Tapi sesungguhnya kita menyadari segalanya, hanya saja tidak tahu bahwa hasilnya akan bagaimana.

Kita seharusnya benar-benar hati-hati dalam melakukan sesuatu, jangan terlalu gegabah mengambil suatu langkah. Karena satu langkah saja yang salah, bisa saja semua jadi berantakan.

Contoh kecil, ketika kita menemukan dompet di jalan yang ada identitas diri pemilik dompet didalam nya. Kita dihadapkan kepada beberapa pilihan.

Pertama, mengambil dompet itu, dan mencari pemilik nya.
Kedua, membiarkan dompet itu saja.
Ketiga, mengambil semua isi dompet itu dan meletakkan nya kembali ditempat ditemukan.
Ke empat, mengambil dompet itu, dan seluruh isi nya.

Nah salah satu dari pilihan itu lah yang akan kita ambil, dan jika salah langkah. Tamatlah sudah, masalah dimulai dan penyesalan terjadi.


“Hidup itu seperti pakaian, bisa terlipat dan meninggalkan bekas, bisa kotor, dan bisa robek, atau tetap bersih seperti baru, itu semua tergantung kepada orang yang memiliki nya.”
Jadi kita harus sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini.
Terima kasih.
Sunday, April 8, 2012

Identitas

Tahukah kalian dengan remaja labil yang sedang mencari jati diri ?
Agar kalian ketahui bahwa saya sedang mengalami masa itu. 
Sebenarnya itu bukan inti permasalahan nya, yang saya permasalahkan sekarang adalah teman teman sekelas saya. Mengapa ? Karena mereka bertindak seakan-akan mereka adalah 2 orang yang berbeda di 2 tempat yang berbeda.
Di tempat pertama, yaitu sekolah.
di tempat ini mereka bertindak seperti anak sekolah biasa, belajar, bicara seperlunya, mengerjakan tugas, tidak menonjol sama sekali.

Di tempat kedua, yaitu tempat les.
Disini, mereka bertindak sebaliknya, berisik, suka mencari perhatian, bahkan terkadang tidak terlalu memperhatikan pelajaran, karena mereka terlalu sibuk dengan terobosan baru yang mereka pikirkan untuk menarik perhatian teman teman les.
Saya hanya tidak mengerti untuk apa mereka melakukan hal tersebut, apakah itu memang kelakuan mereka yang sebenarnya, atau hanya mencari sensasi demi eksistensi mereka agar di akui oleh masyarakat ? Entahlah.
Disini saya hanya ingin member pesan, “Jangan lah kalian mencoba menjadi orang lain, jika memang kalian tidak memiliki karakteristik special dalam diri kalian, maka buat lah karakteristik special tersebut.”