Copyright © Karya.
Design by Dzignine
Saturday, September 30, 2017

Senyum di Pagi Hari.
















Aku ingin menjadi laut
Yang batas antaranya dan langit adalah matahari terbenam
Yang akan kautangkap merahnya
Dan kausimpan di saku kemeja, dekat dengan jantungmu

Aku ingin menjadi laut
Tempatmu menjala semua ikan yang kau jadikan harapan
Tempat kau berani menantang matahari tanpa takut kehausan

Aku ingin menjadi laut
Yang kepadaku, kau akan rela menyelam
Hingga jauh
Hingga habis napasmu. 


         Begitulah sekiranya yang kurasa ketika wajahmu dalam ingatan ini mulai sirna. Ini bukan lelah, bukan pula pasrah. Hanya saja aku ingin merasakan bagaimana rasanya diperjuangkan. Tidakkah cukup bagaimana perjuanganku kepadamu?

        Aku begitu bodoh untuk menyadari bahwa didunia ini begitu banyak wanita . Selalu terhapuskan, kecantikan mereka olehmu. Tak adil bukan? Selalu saja, ketika kumulai untuk membuka rasa kepada yang lain, tak begitu lama, akan terhapuskan oleh rindu ku padamu. 

Entah bagaimana kerinduan ini setiap malam dapat membuatku tenggelam. Ingatanku padamu, seolah tak ingin padam.

         Telah berkali-kali aku ingin melupakan hal indah yang selalu kukenang. Dan hasilnya tak seperti yang kuharap, rasa itu kembali datang seperti banjir yang menerjang.

        Maafkan aku yang selalu berharap, dan kali ini aku akan berhenti. Namun kumohon, perjuangkan. Maka akan kuizinkan hatimu kembali. Karena kupikir jiwa ini selalu tak tenang ketika kau sendiri. Dan tak ikhlas jika hatimu ada yang menemani.

            Hai Senyumku dipagi hari, Ini bukan sekedar rasa yang tak kau mengerti. Tapi ini cinta, yang selalu membuat dirimu berarti.





With Love,
Mayovi Ardian.

30 Sept, 2017

0 komentar:

Post a Comment

>