Copyright © Karya.
Design by Dzignine
Wednesday, March 20, 2013

Masa Lalu(Req)



Teringat masa lalu, ketika kita bersama.
Saling merindu dan bercanda tawa.
Kau tahu? Yang paling kusuka namun akhirnya kubenci?
Saling cemburu, dan akhirnya membuatku gelisah, tak percaya diri.

Terbesit kenangan ketika kau menorehkan senyum diwajahku.
Hanya melalui sebuah pesan singkat yang memberi kabar tentangmu.
Kabar yang sedari pagi membuatku menunggu.
Tiap detik melihat ponsel, karenamu.

Benar saja, selama bersamamu, inilah kebahagiaan.
Seperti calon pasangan lainnya, kita pun sama.
Memiliki berbagai masalah yang sama.
Seperti tidak adanya kepercayaan satu sama lain.

Hal yang sakral dalam suatu hubungan, seperti benang dan kain.

Hingga saat bahagia itu, kita pun bersama.
Memulai langkah baru bersama hati yang ceria.
Tak lupa segala canda dan tawa.
Membawa suatu kata yang berbeda, bahagia.

Seiring berjalannya waktu, KITA itu seakan memudar.
Jarak yang aku pikir sekarang dekat, ternyata melebar.
Aku merasa sepi, namun aku mencoba tegar.
Dan berusaha menebalkan kembali kata KITA itu dengan sabar
.

Tetapi sepertinya dirimu tak mendukung keadaan.
Semakin jauh, dan ternyata melakukan sesuatu yang meremukkan perasaan.
Kau membagi cintamu padaku, dan aku kau rusak perlahan.
Dirinya datang, mengambil peran.

Setelah kejadian yang menyakitkan itu.

Semua tak lagi sama, termasuk dirimu.
Dikala beradu argumen, dan aku selalu kalah.
Disaat ingin membahas masalah, kau menghindar, seakan tak ada waktu dan membuatku resah.
Kau menyalahkanku, seakan aku memang salah.
Seakan kau tidak pernah salah.
Dan aku mengalah, demi kita dimasa mendatang yang bahagia dan cerah.

Terlalu banyak kata yang ingin aku sampaikan.

Namun, itu mungkin akan kembali menjadi masalah.
Dalam hubungan yang tak tentu arah.
>