Monday, February 25, 2013
Rencana Tentang Masa Lalu.
Hati ini terisi kembali. Memang cinta yang baru, namun bukan dengan menu yang baru. Menu lama, sisa perjuangan kita yang penuh liku dimasa lalu. Begitu komplikatif sehingga Kanvas yang kita toreh berdua telah robek karena keegoisanku untuk mengguratkannya disisi yang berbeda dengan yang kamu inginkan. Maaf, sesungguhnya bukan itu yang seharusnya aku lakukan.
Konon, masa lalu adalah tempat yang terlalu sakral untuk didatangi. Beberapa karena memang hal itu tidak terelakkan. Hanya saja dapat diubah dengan perilaku kita sendiri.
Beberapa bulan terakhir ini, terngiang dikepalaku akan bayangan masa lalu, sesuatu yang membuat hati ini menggebu-gebu.
Sebuah memori akan kenangan yang tak terlupakan. Yang kandas diakibatkan kejiwaan wajar seorang remaja.
Entah mengapa aku yang merindukan, padahal sesungguhnya akulah yang meruntuhkan? Mengapa rasa ini tiba ketika aku tak lagi bermakna dimatamu? Yang ku tahu, masa depanku adalah kamu. Namun kamu seakan menghempaskanku di masa lalu dan mengikatku disitu.
Sejujurnya, aku merindukan masa kita bersama. Masa dimana kita selalu beradu argumen akan segala hal, dan tertawa setelahnya. Masa ketika betapa setiap hari aku merindukan pipimu yang menggemaskan. Masa ketika aku disuguhkan segelas teh dingin dimalam hari. Masa ketika kita itu nyata.
Mungkin tahun ini lagu yang dilantunkan didalam hatiku selalu bertemakan tentang dirimu, karena memang, cinta dalam hidupku selalu bersemi satu kali dalam satu tahun. Aku harap kamu menyadari bahwa aku selalu memperhatikanmu, dan tidak melalui satu media saja. Setiap hari, beruntun, tanpa henti, selama satu tahun.
Ya mungkin kali ini akan berbeda dengan yang lainnya. Karena kamu selalu bersedia untuk bertemu denganku, meski kamu datang sebagai teman yang akrab denganku.
Inilah yang aku takutkan. Rasa cinta ini sungguh mengerikan. Aku dihadapkan kepada pilihan yang menyeramkan. Dan ketika aku gagal, aku akan kehilangan dua hal yang sangat berkesan. Teman baik, dan orang yang kucintai.
Maafkan kebodohanku dimasa lalu. Kebodohan yang membuatku membuang memori yang menyadarkanku tentang gelap dan terangnya kehidupan, membuang seseorang yang menjadi sandaran mimpi dan kenyataan.
Inilah ketulusanku untukmu.
Ketulusan cinta dalam seorang insan, dan kuharap akan membuat hati kita berdekatan.
Tujuanku sesungguhnya adalah untuk mempersiapkan hari esok, dan memperindah masa lampau.
Namun, tanpamu, keduanya akan hancur dan memaksaku membuat rencana yang baru.
Aku berharap takkan menjadi seperti itu.
With Love, Mayovi Ardian.
>


0 komentar:
Post a Comment