Copyright © Karya.
Design by Dzignine
Friday, September 14, 2012

Untuk Kebahagiaan, Kebahagiaan Kamu :)

Sekretariat IPK, 14 September 2012

"Sudah 2 Tahun kita tidak lagi berbicara sebagaimana kita dulu. Kamu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang memilih luar kota sebagai tempatmu meraih dan menimba ilmu. Apakah kau masih memiliki kepribadian yang dulu aku cintai? Ah entahlah, sungguh. Sepertinya kita semakin jauh. Dan kita telah lupa untuk saling mengingat, juga merasakan apa yang telah terjadi dulu."


Sejak awal, ketika aku mengenalmu  aku sudah merasakan hal aneh yang menggerayangi pikiranku. Saat itu umurku masih 15 tahun. Masih sangat awam dalam hal cinta. Aku mengenalmu sebagai kakak senior di ekstrakurikuler ku. Ya, dirimu yang begitu unik. Paling unik diantara semua kakak senior bahkan kakak kelas yang ku kenal.

Kamu menyukai warna abu-abu, tetapi lebih sering memakai warna putih dan warna hitam. Kamu seringkali berjalan didepanku, dan aku melihatmu berdecak kagum. dengan segala rasa aneh yang hinggap di hatiku. Inikah cinta? Apakah aku benar-benar merasakan nya? Atau hanya ingin merasakan nya saja? Entahlah. Aku hanya bocah yang tidak punya pengalaman tentang segala hal semacam itu.

Berminggu-minggu aku latihan dengan semangat. Ya, kamu lah yang menjadi titik penyemangat dalam diriku. Menjelma menjadi energizer dalam jiwaku. Hingga aku tidak merasakan bosan ataupun lelah. Inikah rasanya jika kita mencintai seseorang? Hanya dengan melihat senyum nya kita bisa menjadi bahagia?

Pernah saat latihan, entah sudah menit keberapa, aku tak ingin melepaskan pandangan ku dari senyum mu, lesung pipitmu, anggun nya langkahmu, dirimu. Langkahmu anggun, pelan tapi pasti. Terarah namun tak tergesa-gesa. Kamu pindah ke barisan belakang hanya untuk mengajak rekan mu bicara. Saat itulah saat pertama aku melihat senyum mu yang puitis melengkung sempurna, suara mu yang tinggi itu. Ah kau begitu indah.

Beberapa minggu berlalu, ekstrakurikuler pun selesai. Aku telah begitu dekat dengan mu, menjadi adik angkatmu, menjadi orang yang selalu mendengarkan curhat mu, dan kau telah berhasil memenangkan hatiku. Menjadi orang yang aku nomer 1 kan. Menjadi yang paling banyak mencuri perhatianku. Ya, kamu selalu begitu.

Ingatkah kau ketika sedang cekcok dengan guru bahasa Indonesia? Ketika kau melemparkan senyum yang tidak disertai matamu yang bahagia? Saat itu aku tahu bahwa kau ada masalah, dan akhirnya kau bercerita kepadaku. Ya, aku selalu berusaha untuk selalu berada disisimu ketika saat apapun itu. Maafkan aku, dulu aku hanya bocah yang tidak ingin melepaskan balon kesayangan nya. bahkan ketika aku tidur, balon itu aku ikatkan di tempat tidurku.

Tidak kah kau tahu? Kau lah penyebabnya mengapa aku merindukan bulan. Kau lah penyebab nya ketika aku mencintai warna abu abu. Kau lah penyebab nya aku mengahapuskan semua kosa kata negatif didalam otak ku.

"Kak, mau coklat?" Tanyaku kala malam itu.
"Mauu, anter sini yah"
Ingatkah kau ketika ku antarkan coklat malam itu? Sesungguhnya aku mengantarkan hal itu, karena ingin bertemu denganmu, hari itu aku tak melihatmu sedetik pun. Sungguh tak ada 1 hari pun yang ingin ku lewatkan tanpamu kala itu.

Sampai suatu ketika, saat aku masuk ruanguan OSIS, aku mendengarkan percakapan.
"Kapan ko?"
"Nanti malam lah."
"Dirumah gwd?"
"Iyo, tapi aku dak ado motor, kk jemputlah aku"
"Ah gilo be nak jemput kau, jauh gitu"
Begitulah kira-kira percakapan mereka, Kak Wawan dan Koko.
"Dengan aku be", jawab ku menyela, tanpa tahu arah percakapan ini kemana.
"Sepp" jawab koko singkat sembari beranjak dan kembali ke kelas nya.
Saat itu aku langsung menanyakan apa yang mereka rencanakan untuk malam itu, dan ternyata itu adalah mimpi buruk untuk ku. Ya, itu lah rencana koko untuk menyatakan cinta nya kepada kamu. Tiwi.
Tak sengaja aku mendaftarkan diriku untuk menyaksikan secara langsung kehancuran, kandas nya perjalanan cintaku. dan gagal atau berhasil nya si Koko, itu ada ditanganku.

Dirumah aku memikirkan apa yang harus aku lakukan. Aku tahu, bahwa kau memang menyukai Koko. Dan mungkin, dia akan menjadi kebahagiaan. Akhirnya aku memutuskan untuk membahagiakanmu, dan bergegas menjemput Koko dan mengentarkan nya ke tempat yang sudah dijanjikan.

Saat detik-detik sebelum kejadian itu, kejadian yang merubah segalanya. Perubahan yang membuat sekarang mejadi sangat kompleks.Saat itu, aku tak sanggup melihat kejadian itu secara langsung, di teras Gwd, kau telah duduk manis, semanis semua yang kau lakukan setiap hari. Aku memalingkan wajah ini, masuk kerumah Gwd, memandang ruang tamu. Fana.

"Udah ya?" Tanyaku keluar setelah mengusap airmata yang berlinang.
"Udah lah, ahh kau telat, Yop." Jawab kak Wawan.
Sesungguhnya bukan telat, aku memang sengaja tidak ingin menyaksikan itu. Terlalu pedih, menorehkan luka kepadaku, walau aku tidak menyaksikannya. Tapi aku tahu, bahwa itu pasti akan terjadi.

Berminggu minggu kemudian, yah aku tahu hal ini akan terjadi. Ketika sudah tidak lagi lajang, pasti ada beberapa peraturan baru dalam kehidupan pasangan yang sedang meramu cinta yang bergelora.
Kau berubah.

Akhirnya sampai pada saat untuk kita berpisah. Disaat aku harus mengutarakan semua yang aku rasakan. Lidahku kelu, kesedihan yang aku tahan pun terpecah menjadi airmata. Bukan hal yang biasa untuk seorang laki-laki. Tapi memang aku tidak sanggup kehilangan orang sepertimu. Kakak super unik dengan hidung yang mirip hidung rumah squidward. Pencinta bulan dan warna abu abu. Senyum simpul dan sifat childish, santai, dengan kebijakan wanita dewasa. Kau yang mengajarkanku banyak rasa. Dari rasa canggung, malu, membohongi perasaan sendiri, dan memendam.

Yah semua terasa begitu cepat, begitu indah, begitu menyakitkan pula. Semua aku lakukan untuk kebahagiaan mu, memang salahku sehingga kau berubah seperti itu. Tapi sungguh, semua itu aku lakukan demi kamu. Bukan demi kita. Jadi memang tidak ada salahnya kau melakukan perubahan seperti itu.

Aku masih ingat, ketika kita bercerita dibawah pohon pinus itu, bahkan waktu berlalu begitu cepat, 2 jam, dari jam 1 sampai jam 3 sore, tepat waktu untuk latihan. Saat aku membawakan mu minyak kayu putih sehingga dihukum karena keluar kelas. Saat aku terlalu nyaman berada didekatmu, sehingga terlalu larut malam pulang kerumah. Semua aku lakukan hanya untuk terus bersamamu. Dibalik ingatan yang ada, memang menyakitkan jika kita tak dapat mengingat semua yang kita inginkan.

Ya, sekarang aku tidak menyesalkan semua yang aku lakukan. Walau sekarang kau sudah tidak menganggap ku ada.
"Udah nonton perahu kertas? Nonton yuk!"
"Beluuum :( . Ayooo. Siapa ni? :p"
"Jangan marah tapi yah? Yopi"
"Oh."
"Iya, serius nih ngajakin?"
"Ga jadi deh makasi. Nonton sendiri aja."

Ingat pesan singkat itu? Saat pertama kamu excited sebelum tahu bahwa aku yang sms. Dan berubah ketika tahu bahwa itu aku. Mengapa kamu begitu? Entahlah.

Kini aku hanya bisa melihat senyum simpul mu. 
Menikmati kebahagiaanmu.
Melahap sedih mu.
Tak dapat membunuh perhatianku padamu.

Aku ingin berhenti.

Semua yang aku lakukan padamu, kekonyolanku, kecerobohanku, perhatianku, semua nya untukmu, cinta pertamaku.

Untuk Kebahagiaan, Kebahagiaan Kamu :)


With Love,
Yopi.

0 komentar:

Post a Comment

>