Copyright © Karya.
Design by Dzignine
Sunday, April 28, 2013

Pertemuan Itu



Pertemuan yang dinanti, kini tak lagi sekedar mimpi.
Namun akankah menjadi yang terakhir kali?
Ah aku tak bisa banyak berharap lebih dari ini.

Semenjak pertemuan itu, entah mengapa kau selalu saja menggelayut didalam kepalaku.
Berenang didalam mimpiku, dan menjadi sarapan pagiku dengan sepiring memori manis tentang dirimu.


Aku ingin saja terus menatap matamu yang malu-malu, maaf, agama tidak memperbolehkan hal itu yang terus saja menggodaku.
Aku ingin saja mengatakan bahwa dirimu, ditempat kita bertemu, kaulah yang terindah saat itu.
Maafkan diriku yang tak banyak bicara, tak lagi dapat kukatakan apapun ketika melihatmu. Aku tersipu.

Beda, perasaan ketika sebelum dan setelah bertemu, maaf, saat ini aku belum mengetahui apa perbedaan tersebut. Lebih sulit dipecahkan daripada perbedaan pada soal matematika. Yang kutahu, bahwa ketika cinta kita digambarkan dalam grafik cos, maka aku ingin cinta kita berada pada garis Y maksimum. Lalu dari itu keluarlah pertanyaan, "Can you subtitute my X without asking my Y?".

Mungkin benar ini cinta. Dan aku tak mau menerima kenyataan bahwa kau tidak mencintaiku. Tetaplah berpura-pura dan temani aku, jangan sampai aku menyadari itu, ketika itu aku berharap bahwa cinta akan tumbuh dan menghapus pura-pura pada dirimu.

Kini aku ingin melangkah bersamamu, makan siang dari masakanmu, dan menyanyikan lagu senandung cinta untukmu.

With Love,
Mayovi Ardian

5 komentar:

  1. Wkwk, iya, tapi si subjek ga pernah baca blog aku sih, ti -_-

    ReplyDelete
  2. "Can you subtitute my X without asking my Y?" suka bgt quote.a jun :D

    ReplyDelete
  3. Wkwk, iya, sen, alhamdulilah kepikiran :D

    ReplyDelete
  4. Cerita Yang Sangat Menarik....
    http://www.sewamobilbox.biz/

    ReplyDelete

>